Xavi: Dari Sejarahnya, Madrid Selalu Menekan Barca

Published / by vijessna

Dari sejarahnya, Madrid selalu membuat Barca tertekan. Barca dan Real Madrid memang dua klub yang pantas mendapatkan segalanya tapi Xavi juga memuji Madrid.

Membahas Real Madrid dan Barcelona memang tidak akan pernah habis. Keduanya nyaris sama saja bahkan untuk total gaji para pemainnya keduanya hampir sama dimana Barca mengeluarkan biaya gaji sebesar 7,1 juta Euro tiap tahun sedangkan Real Madrid 6,3 juta Euro. Persaingan keduanya juga tidak luput dari perhatian Xavi Hernandez yang merupakan sosok pemain sbobet legendaris yang pernah dimiliki oleh Barcelona. Menariknya, ia memuji Real Madrid yang memiliki hobi selalu menekan Barca.

Xavi Hernandez; Madrid Klub Hebat

Pemain Barcelona seperti Lionel Messi atau Neymar bisa dipastikan enggan untuk memuji lawannya di Real Madrid begitu juga para bintang Real Madrid yang enggan memuji para punggawa El Barca. Namun, hal yang berbeda ditunjukkan oleh Xavi Hernandez. Ia mengeluarkan sebuah pernyataan tentang Real Madrid yang dinilai ‘tidak biasa’. Legenda Barcelona itu tidak mau menutup-nutupi dirinya sendiri tentang kekuatan Real Madrid. Bahkan, ia mengatakannya dengan jelas.

Ia menilai Los Blancos adalah klub yang memiliki nilai tinggi, mereka adalah klub yang hebat. Dalam sejarahnya, menurut Xavi, Madrid selalu menekan Barca dan hal itu sudah biasa. Hal ini ia ungkapkan usai melihat pertandingan atau duel El Clasico yang berakhir imbang dimana Madrid menahan Barcelona di duel terakhir dengan skor 1-1. Hal ini pula yang menunjukkan kekuatan dan kualitas dari pasukan sang legenda sepak bola, Zinedine Zidane. Ungkapan Xavi ini bukan tanpa alasan.

Bisa dikatakan selama kurang lebih 4 tahun, Real Madrid dipecundangi oleh Barcelona di kompetisi domestik, La Liga, di tahun 2016, Los Blancos benar-benar melakukan lompatan yang sangat luar biasa. Saat ini, di akhir tahun 2016, faktanya El Real berhasil meraih posisi puncak klasemen dengan selisih 3 angka dari Barcelona kendati Barca sudah bermain lebih banyak laga. Artinya, dengan laga yang lebih sedikit, Real Madrid mampu mengungguli Barcelona tahun ini. Seolah, kini waktunya Los Blancos untuk memukul Barca yang telah memenangi gelar juara selama 3 musim terakhir.

Xavi Tidak Berpura-Pura Puji Real Madrid

Ya, Xavi tidak berpura-pura tentang kekuatan Real Madrid saat ini. Ia mengatakan kepada Marca dan mengakui jika Los Blancos merupakan tim yang tidak pernah kehilangan keyakinan. Dalam sejarahnya, Madrid adalah klub yang telah menjuarai dan mendapatkan segalanya. Mereka akan terus menang dikarenakan mereka adalah klub yang besar. Mereka juga selalu memnbuat kejutan dengan menempatkan Barca berada di dalam tekanan.

Dari pertemuan terakhir, Los Blancos telah berhasil mencuri 1 poin sewaktu di Camp Nou. Sergio Ramos melakukan tandukan dengan baik di menit-menit terakhir. Xavi sendiri biasanya menilai jika klub yang memiliki banyak peluang maka akan lebih layak untuk menang. Akan tetapi hal tersebut berbada sewaktu melihat El Clasico yang lalu. Menurutnya, El Clasico paling pamungkas memang layak berakhir dengan skor imbang karena keduanya memang klub yang hebat.

Menurutnya Madrid terus mengejar sekaligus mendesak Barcelona hingga akhir. Sehingga hasil seri adalah adil untuk keduanya. Walau demikian, Barcelona juga merupakan klub dengan level yang tinggi. Sebagai contoh, Luis Enrique sendiri yang sudah memberikan gelar Copa del Rey dan Liga Spanyol hingga saat ini kontraknya belum jelas di Barcelona. Artinya, pelatih sehebat Luis Enrique sendiri belum tentu mendapatkan kesempatan yang sama untuk perpanjangan kontrak judi togel. Itulah klub selevel Barca, mereka bisa mengganti siapa saja dan kapan saja.

Daniel Ricciardo Cemas Dikalahkan Oleh Max Verstappen

Published / by vijessna

Dalam satu tim, persaingan memang kerap terjadi antar pembalap untuk membuktikan yang lebih baik namun Daniel Ricciardo tidak senang dikalahkan oleh Verstappen.

Balapan F1 di musim lalu memang sangat menegangkan dimana banyak bermunculan pembalap hebat yang disebut-sebut mampu menjadi juara dunia. Persaingan bukan hanya antar pembalap dari tim yang berbeda namun juga berasal dari satu tim sendiri seperti Daniel Ricciardo dan juga Max Verstappen dari Red Bull. Keduanya merupakan pembalap hebat yang bahkan tidak segan untuk saling bertarung di arena balap.

Daniel Ricciardo Tidak Suka Kalah Oleh Verstappen

Balapan di musim lalu menampilkan persaingan yang nyaris hampir terjadi di kubu Mercedes sendiri antara Nico Rosberg dengan Lewis Hamilton yang sama-sama memiliki kemampuan sangat hebat. Bahkan hubungan diantara keduanya pun sempat panas akibat kedua pembalap ini tidak ragu untuk saling menyerang di atas trek. Namun persaingan lain juga diberikan oleh Red Bull yang memiliki pembalap sangat hebat yaitu Daniel Ricciardo dan juga anak muda ajaib bernama Max Verstappen. Kedua pembalap ini di awal musim memang sangat baik dan saling mendukung namun semakin F1 mendekati akhir, keduanya juga memiliki persaingan bandar bola seperti layaknya Hamilton dan Rosberg kala itu.

Kedua pembalap ini pun tidak takut untuk saling adu menjadi yang terbaik dari Red Bull dan dalam beberapa balapan, pihak Red Bull sendiri dibuat tegang dan juga takut apabila mereka mengalami tabrakan yang sama seperti Hamilton dan Rosberg sebab tidak ada yang saling mengalah sehingga seringkali mereka nyaris bertabrakan satu sama lainnya. Jelang musim 2017 ini, Ricciardo mengungkapkan perasaannya melalui Motorsport dimana pembalap yang berasal dari Australia ini tidak suka jika dirinya harus kalah atau dikalahkan oleh rekan setimnya sendiri yaitu Max Verstappen. Meski dirinya memang tidak menyukai kekalahan, namun tetap saja dia mengaku rekannya hebat.

Ricciardo mengakui dengan jelas bahwa pembalap yang masih berusia 19 tahun ini memang mempunyai kecepatan yang tidak perlu harus dilakukan lagi. Dia menambahkan jika beberapa kali Verstappen mengalahkannya sehingga membuatnya sangat cemas. Dia mengatakan tidak suka kalah namun dirinya mengaku jika Verstappen mampu mengemudi dengan sangat baik dan dia juga tahu apa yang harus dilakukan ketika balapan. Di tahun perdananya bersama dengan Red Bull, Verstappen sudah mampu meraih kemenangan dari GP Spanyol dan Ricciardo harus mengakui keunggulannya sebab dirinya hanya mampu berada di posisi 4 dan Verstappen lebih unggul darinya.

Daniel Ricciardo Berdamai Dengan Max Verstappen

Kejadian ini bisa membuat kedua pembalap ini terlibat konflik maupun juga hubungan yang tidak harmonis di dalam sebuah klub. Tetapi Ricciardo telah mengungkapkan jika persaingan diantara kedua pembalap ini bisa diselesaikan dengan mudah serta layaknya pun laki-laki. Kini keduanya dikabarkan telah berbaikan dan saling menghormati sebagai partner untuk bekerja dan saling menghadapi musim depan yang sulit. Terakhir, Ricciardo juga menambahkan jika dirinya memang sulit untuk menerima kesalahan namun tim ini masih tetap aman dan baik-baik saja. Kedua pembalap ini memang memiliki prestasi yang menganggumkan di musim lalu dengan berperingkat lima besar.

Ricciardo berhasil bertengger di peringkat tiga klasemen pembalap dan Verstappen berada di nomor lima. Ricciardo mengatakan jika pihak Red Bull sudah mampu menyelesaikan dengan baik. Ricciardo menyampaikan jika pihak dari Red Bull selalu mengatakan sesuatu yang baik seperti berhati-hati menuju tikungan yang pertama dan jangan sampai merusak mobil satu dengan lainnya dalam satu tim. Di luar instruksi yang diberikan, mereka mengijinkan para pembalap untuk bersaing dan berjuang demi memperoleh hasil yang maksimal. Bersaing namun tidak diperbolehkan untuk kontak fisik.

Akankah kedua pembalap ini tetap akur seperti yang diperkenalkan bandar togel atau justru persaingan antara Daniel Ricciardo dan Max Verstappen semakin memanas di musim 2017 mendatang?

Kehebatan Marc Marquez Justru Menjadi Bencana Bagi Tim Satelit

Published / by vijessna

Pembalap muda dan berkembang milik Honda yaitu Marc Marquez sangat perkasa namun justru keunggulannya ini membuat tim satelit tidak bisa berkembang baik.

Keperkasaan Marc Marquez di dunia moto gp nantinya mungkin akan menyamai perolehan gelar juara dunia terbanyak yang saat ini sedang dikuasai oleh legenda hidup yang masih bertarung hingga kini yaitu Valentino Rossi. Namun kehebatan pemuda yang bergabung dengan Honda ini dilain sisi justru dinilai sebagai faktor utama tidak berkembangnya tim satelit mereka yaitu LCR Honda sehingga kans pembalapnya prediksi bola sangat kecil.

Marc Marquez (ESP/ Honda) poses for a portrait during the Moto Grand Prix 2013 at Autodrom Brno in Brno, Czech Republic on August 24th, 2013 // Gold & Goose/Red Bull Content Pool // P-20130826-00164 // Usage for editorial use only // Please go to www.redbullcontentpool.com for further information. //

Fokus Honda Pada Marc Marquez Merugikan Tim Satelit

Kehebatan Marc Marquez untuk menjadi juara dunia berkali-kali hampir menyamai rekor yang dimiliki oleh Valentino Rossi sebagai legenda hidup yang hingga saat ini masih mencoba untuk menggenapi pialanya meskipun dirinya tidak muda lagi. Namun kehebatan Marquez ini ternyata tidak selalu mendapatkan respon yang positif bahkan untuk tim satelit Honda saat ini. Menurut Bos tim satelit LCR Honda yang bernama Lucio Cecchinello, timnya ini sulit untuk berkembang selama musim moto gp tahun 2016 ini sebab dirinya menilai faltor permasalahan yang membuat mereka sulit berkembang adalah karena kemampuan yang dimiliki oleh pembalap kelahiran 1993 silam ini yang sangat hebat.

Meskipun ini bagus untuk Honda sendiri sebab mereka dapat menjuarai konstruktor jika terus tampil dengan sempurna, namun Cecchinello merasa kurang puas dengan apa yang telah dicapai dalam moto gp 2016 ini. Mereka memang menempatkan pembalapnya di peringkat tujuh yaitu Cal Crutchlow serta peringkat delapan untuk tim namun ini bukan harapan yang mereka inginkan. Menurutnya, pihak Honda hanya mengutamakan pembalap yang berasal dari Spanyol ini saja selama pagelaran moto gp 2016 ini berlangsung sehingga akibatnya adalah perkembangan dari tim satelit pun selalu dinomorduakan bahkan seolah Honda selalu memprioritaskan diri mereka untuk Marquez.

Pria yang berusia 47 tahun ini yakin jika timnya sendiri akan mengalami perkembangan yang sangat baik apabila pembalap yang memiliki julukan The Baby Alien ini tidak terlalu disuperiorkan. Seperti yang dilansir oleh Speedweek, Cecchinello mengatakan jika Marquez sudah memimpin kejuaraan ini bahkan sejak kompetisi baru dimulai dan untuk mereka yang merupakan tim sateli, hal seperti ini tidak memberikan keuntungan sama sekali bagi mereka. Justru dirinya menilai jika seandainya Marquez tidak terlalu kuat atau biasa saja, maka para pembalap satelit Honda lainnya kemungkinan bisa mendaptkan dukungan yang lebih banyak lagi untuk berkembang di paruh musim pertama.

Cecchinello: Jangan Hanya Fokus Pada Marc Marquez

Pria yang berkebangsaan Italia ini memang tidak menampik sama sekali jika Marquez memang selalu tampil dengan konsisten di setiap balapan yang dilakoninya hingga menjadi juara dunia di akhir musim namun penampilan apik ini merupakan bencana bagi mereka yang istilahnya satu kasta dibawah tim Honda. Dirinya merasa hal ini sangat tidak adil bagi tim satelit karena Honda seolah mengabaikan keberadaan mereka dan hanya fokus dengan semua hal yang berkaitan dengan pembalap yang meraih tiga gelar juara dunia itu. Bahkan Cecchinello pun menilai jika prestasi Marquez sama sekali tidak baik untuk Cal Crutchlow ini sebab dirinya bisa mengalami kegagalan lagi.

Ini dikarenakan karena Cal tidak mendapatkan sokongan atau dukungan yang tepat dari Honda hingga mereka bahkan tidak mampu menembus lima besar dalam konstruktor dan hanya mampu bercokol di peringkat delapan mengingat tim utamanya selalu bisa berada di tiga besar. Namun dibalik jeritan hatinya ini, bos Honda satelit ini percaya dan berharap jika Honda mampu mencurahkan sedikit perhatiannya untuk tim satelit yang juga akan menghadapi kerasnya persaingan juara di musim depan sehingga bukan hanya tim utama saja yang akan menjadi juara tahun depan.

Akankah harapan togel singapore dari bos Honda satelit ini menjadi kenyataan dan akhirnya Honda bukan hanya fokus kepada pembalap andalannya saja yaitu Marc Marquez namun ke semua pembalap Honda.

Ducati Corse Siap Perebutkan Juara Moto GP Musim 2017

Published / by vijessna

Moto GP musim yang terbaru memang baru dimulai tahun depan di bulan Maret namun Ducati Corse sudah bersiap dan langsung menyatakan jika mereka inginkan menjadi juara.

Musim baru Moto Gp masih belum dimulai dan akan dimulai bulan Maret tahun depan namun sepertinya peta persaingan dari perebutan juara bandar bola telah dimulai dari sekarang dimana pihak Ducati Corse menyatakan jika mereka inginkan juara atau gelar kembali dan serius untuk bersaing serius dengan Yamaha dan Honda untuk merebut gelar juara apalagi mereka memiliki pembalap yang sangat kuat untuk tahun depan.

Ducati Corse Siap Bersaing di Musim Depan

Persaingan dari Moto Gp memang beberapa tahun belakangan ini hanya mengarah kepada Honda dan juga Yamaha saja mengingat beberapa juara dunia berkumpul di dua tim tersebut. Akan tetapi, kali ini untuk musim depan, Moto Gp menjanjikan permainan yang berbeda sebab peta persaingan akan meluas dan Ducati Corse harus dimasukkan ke dalam daftar untuk mengejar juara mengingat Jorge Lorenzo saat ini berseragam Ducati Corse bersama dengan Andrea Dovizioso. Mendapatkan salah satu juara dunia terbaik ini, pihak Ducati langsung menyatakan ingin masuk ke dalam perebutan gelar juara dunia terbaik dengan Yamaha dan juga Honda untuk balapan musim depan.

Paolo Ciabatti yang merupakan Sporting Director dari Ducati pun mengatakan jika kedua joki motornya untuk ikut serta dalam meramaikan perebutan juara dunia dan target kali ini bukan hanya angan-angan belaka saja melainkan target yang telah dipasang secara ambisius oleh Ciabatti. Sepanjang berada di pentas ini, Ducati telah mampu mengoleksi sekitar sembilan podium dan dia diantarannya berhasil diperoleh Iannone dan Dovizioso tahun ini. Sangat wajar jika mereka mulai percaya diri dan pabrikan Italia ini terus melambung dan mencoba menatap dengan baik musim 2017 nanti setelah mendapatkan pembalap kunci yang berhasil dirayu untuk bergabung, Jorge Lorenzo.

Seperti yang dilansir oleh Racer, Ciabatti menyatakan pendapatnya mengenai target untuk menghadapi balapan di tahun depan yaitu mereka yakin jika Dovi dan juga Lorenzo mampu memenuhi target untuk menjadi juara dunia. Dirinya memang sadar jika ini merupakan sebuah target yang cukup ambisius tanpa berpikir panjang untuk mengatakannya namun Ciabatti mengatakan jika mereka memiliki motor yang mampu memenangkan balapan sehingga mereka nantinya akan dapat mematok gelar. Mereka hanya ingin sering menang walaupun tidak mudah dalam menghadapi lawan yang lebih berat bahkan sudah langganan untuk menjadi juara seperti Honda dan juga Yamaha.

Ambisi Ducati Corse Menjadi Juara Moto GP 2017

Ciabatti pun menambahkan jika mereka akan menang di Qatar yang merupakan seri pembuka dari moto gp 2017 mendatang. Dengan sangat yakin Ciabatti menargetkan kemenangan ini sebab dirinya menilai bahwa tim ini sudah sangat dekat dengan kemenangan di tahun 2015 hingga 2016 silam. Dovi mampu menjadi runner up di sirkuit Losail secara beruntun di dua musim sehingga dirinya mungkin akan menemukan performa terbaik musim depan apalagi Dovi memang selalu memberikan perlawanan yang cukup kuat dengan pemain lainnya. Sementara jika Ciabatti berbicara mengenai Lorenzo, maka sudah tidak perlu ada hal yang diragukannya lagi sebab Lorenzo pembalap hebat.

Lorenzo adalah juara dunia dan mereka yakin jika dirinya akan mampu tampil dengan kompetitif walaupun beberapa pabrikan mungkin tidak akan tinggal diam seperti yamaha, honda dan juga suzuki. Untuk sirkuit Losail, Ciabatti mengatakan jika karakter yang terdapat dalam sirkuit ini sangat sesuai serta cocok dengan pembalap dan juga motor mereka sehingga tidak akan ada kesulitan untuk dapat meraih kemenangan disini. Diperkirakan peta persaingan juara musim depan sangat ketat apalagi jika terdapat aturan baru yang akan membuat para pembalap beradaptasi kembali.

Seperti apa kira-kira balapan moto Gp musim depan dengan pernyataan serius togel sgp dari Ducati Corse yang ingin bergabung dalam persaingan merebutkan juara? Anda nantikan saja.

3 Pemain Tim Garuda Ini Diawasi Oleh Pelatih Vietnam

Published / by vijessna

Menjelang laga semifinal Piala AFF 2016, pelatih Vietnam menaruh perhatian khusus pada 3 pemain Tim Garuda yakno Boaz, Andik dan Lilipaly yang impresif.

Jelang laga semifinal Piala AFF 2016, Indonesia akan menjamu Vietnam di leg pertama. Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor menjadi tempat yang dipilih.  Kedua tim, baik Tim Garuda maupun The Golden Star sudah saling mengenal karakter masing-masing karena dua laga uji coba sebelumnya dengan hasil taruhan judi bola
yang hampir sama, yakni uji coba pertama 2-2 dan uji coba kedua 3-2 untuk Vietnam. Menariknya, menurut pelatih Timnas Vietnam, ada pemain Indonesia yang harus diwaspadai. Siapa sajakah mereka?

3 Pemain Paling Diwaspadai Pelatih Vietnam

Sebenarnya, pelatih timnas Vietnam, yakni Nguyen Huu Thang menyebutkan jika semua pemain Indonesia mampu memberikan ancaman pada barisan belakang pertahanan Vietnam. Oleh sebab itu, semua pemain Indonesia harus diwaspadai. Itulah alasan kenapa pihaknya menyerukan kepada anak asuhnya agar tidak melakukan pengawalan khusus pada pemain tertentu karena semuanya bisa berbahaya. Hal ini diungkapkan juga saat ia diwawancarai pada konferensi press jika Indonesia bermain secara kolektif sehingga semuanya harus diwaspadai.

Namun, walaupun ia mengatakan semuanya, ia memberi penekanan khusus untuk 3 pemain yakni pemain dengan nomor punggung 7 alias Boaz Solossa, pemain nomor 21 alias Andik Vermansah dan pemain nomor 8 alias Stefano Lilipaly yang sebelumnya melakukan aksi heroik saat Indonesia bertanding melawan Singapura dengan skor akhir 2 – 1 untuk Indonesia. Tentunya, 3 pemain ini akan mendapatkan perhatian serius dari para pemain Vietnam pada saat pertandingan yang diadakan hari Sabtu (3/12).

Akan tetapi, The Golden Star, sebutan untuk timnas Vietnam, memiliki semangat juang yang tinggi hingga di menit terkahir. Bahkan, tercatat dari 3 pertandingan terakhir pada fase grup, Vietnam berhasil mencuri angka di saat pertandingan babak kedua hampir berakhir. Itulah sebabnya, timnas Garuda juga harus bermain hingga di detik terakhir tanpa lengah sedikitpun. Nguyen Huu Thang bahkan mengatakan jika pemainnya memiliki mentalitas dan juga semangat yang terus ada di dalam diri.

Lebih dari Sekedar Sahabat

Pelatih Timnas Vietnam. Nguyen Huu Thang juga sudah cukup baik mengenal pelatih Timnas Indonesia yakni Alfred Riedl. Ia mengatakan jika ia menaruh hormat untuk sang pelatih tersebut dikarenakan mereka berdua pernah bersama-sama untuk bahu membahu membangkitkan Timnas Vietnam pada tahun 1998 hingga tahun 2000. Tidak hanya itu, pada saat Piala AFF Suzuki Cup 2000, mereka berdua sempat mengalami kekalahan dari timnas Indonesia dengan skor 3 – 2. Peristiwa ini tentu sangat dipahami oleh kedua pihak.

Selain itu, laga uji coba atau laga persahabatan sebelum Piala AFF 2016 ini sudah dilakukan sebanyak 2 kali dengan hasil yang bisa dikatakan seimbang. Jadi, menurut Nguyen Huu Thang, baik ia maupun anak asuhnya sudah mengenal cukup baik pelatih dan timnas Indonesia. Namun, apa yang akan terjadi nanti bukanlah sekedar pertemuan sahabat masa lalu karena pada pertandingan kali ini kehormatan dan gengsi sebuah negara dipertaruhkan. Ia berharap pertandingan ini menghibur semua fans.

Hal yang menarik adalah saat ia ditanya tentang bek andalan yang terkena kartu merah saat laga melawan Kamboja. Ia mengatakan jika Truong Dinh Luat yang terkena kartu merah akan digantikan oleh pemain lain dan ia memiliki 23 pemain yang siap untuk pertandingan besok sehingga ketidakhadiran Truong Dinh Luat tidak akan menjadi masalah. Sebenarnya, Timnas Garuda juga kehilangan bek andalan mereka namun seperti sudah diprediksi togel sgp jika pertandingan kedua timnas ini akan berlangsung sangat seru.

Direktur Eksekutif Mercedes Paddy Lowe Angkat Kaki Menuju Williams

Published / by vijessna

Singkat: Setelah Mercedes diterpa oleh berita mengejutkan tentang kepergian Nico Rosberg yang memutuskan pensiun setelah juara, kini Paddy Lowe juga akan segera menyusulnya

Setelah diterpa oleh berita mengenai pensiunnya Nico Rosberg dari dunia balap F1 sekaligus memutuskan untuk keluar dari Mercedes yang telah membantunya untuk menjadi juara dunia prediksi bola pertama kalinya, kali ini berita menghebohkan kembali menerpa kubu The Silver Arrow. Direktur eksekutif mercedes Paddy Lowe dikabarkan akan meninggalkan tim itu dan mengikuti jejak Nico Rosberg untuk pindah menuju tim lain.

Kepergian Paddy Lowe Menuju Williams

Meskipun Mercedes disebut sebagai tim yang sempurna di musim balap 2016 ini dimana kedua pembalap mereka berprestasi besar. Nico Rosberg menjadi juara dunia, Lewis Hamilton menjadi runner up di klasemen akhir pembalap hingga Mercedes sendiri yang mampu meraih juara dunia konstruktor merupakan prestasi terbaik yang mampu diperoleh The Silver Arrow saat ini, Akan tetapi, berita buruk serta konflik internal selalu menghantui mereka. Belum genap mereka bersedih atas pensiunnya juara dunia Nico Rosberg dari dunia balap bahkan juga kebingungan untuk menemukan pengganti dari Rosberg yang tepat bersanding sebagai partner hamilton, kini ada berita buruk lagi.

Paddy Lowe yang merupakan direktur eksekutif dari Mercedes sekaligus orang yang memiliki peran besar dalam prestasi yang dimiliki oleh Mercedes dikabarkan akan meninggalkan Mercedes dan pergi mengikuti jejak Rosberg. Berita ini tentu saja sangat memukul pihak Mercedes mengingat Lowe memiliki banyak sekali prestasi yang dibuatnya dengan Mercedes. Lowe dan Mercedes memenangkan tiga kali secara beruntun gelar konstruktor dari Ferrari. Isu yang berkembang adalah Lowe akan hengkang dari Mercedes dan kemudian dirinya akan bergabung dengan tim pesaingnya yaitu Williams. Kabar yang berhembus ini sontak langsung membuat kubu Mercedes seolah terpukul.

Seperti yang dilansir oleh Straitimes, ternyata kontrak Lowe akan berakhir di musim ini dengan tim yang berasal dari jerman tersebut. Banyak media Inggris dan juga Jerman yang menganggap jika pria yang berusia 53 tahun ini merupakan orang yang paling tepat untuk bergabung dengan Williams. Sepertinya kepergian ini tidak akan dapat dihindari lagi mengingat niat Lowe sendiri untuk meninggalkan Mercedes sudah sangat besar dan hal ini mampu dibuktikan sebab adanya beberapa laporan yang mengatakan jika Lowe dalam waktu dekat ini akan menerima tawaran untuk bergabung dengan tim rival dalam waktu yang sangat dekat dan Williams disebut sebagai tim rival tersebut.

Barter Paddy Lowe Dengan Valteri Bottas

Mungkin Mercedes bisa merelakan kepergian dari Lowe menuju tim tetangga namun Mercedes tetap tidak ingin rugi ditinggalkan oleh otak Mercedes yang mampu membawa mereka menuju juara konstruktor. Mereka ingin menukar Lowe dengan pembalap Williams yang berasal dari Finlandia yaitu Valteri Bottas yang akan dijadikan sebagai pengganti nico rosberg. Inilah syarat yang diinginkan oleh Mercedes dimana mereka akan mengijinkan Lowe menuju Williams namun Bottas harus bergabung dengan mereka di musim depan. Williams saat ini masih terukat kontrak resmi dengan Mercedes.

Ini dikarenakan Williams menggunakan mesin Mercedes sehingga hal inilah yang menjadi alasan bagi mercedes untuk membawa Bottas menemani Hamilton di musim depan. Seperti yang dilansir oleh Eurosport, tim yang berasla dari Jerman ini merasa jika penukaran tersebut dianggap adil dimana Williams mendapatkan Lowe dan mereka mendapatkan Bottas mengingat Lowe merupakan seseorang judi togel yang sangat penting dalam mercedes. Bottas juga telah diamati dengan baik oleh Mercedes dan dinilai sebagai pembalap yang sangat cepat menggunakan mesin milikm Mercedes.

Akankah kepergian Paddy Lowe ini memberikan dampak bagi tim Mercedes di tahun depan atau justru Bottas yang benar-benar bergabung bersama mereka? Anda nantikan saja.

2 Desember, Sejarah Rekor Fabregas Untuk Arsenal

Published / by vijessna

Fabregas pernah menjadi pemain paling muda di The Gunners yang mencetak gol untuk membela klub. Hingga saat ini, belum ada yang menyainginya.

Siapa yang tidak kenal Cesc Fabregas? Saat ini mungkin ada yang memberikan dirinya sebuah label pengkhianat kendati kini ia telah berseragam biru, Chelsea. Namun, siapa sangka jika ia telah mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol paling muda di tubuh The Gunners, Arsenal? Ini merupakan rekor yang sangat penting dan bahkan hingga kini rekor tersebut belum ada yang menyainginya. Nama Fabregas sebagai pencetak gol termuda masih tercatat di arsip sepakbola The Gunners.

Rekor Tercipta Tanggal 2 Desember 2003

Tahun 2003, Arsenal yang dilatih oleh Arsene Wenger memang terkenal sebagai klub yang melahirkan talenta muda berbakat termasuk Fabregas. Pemain gelandang ini beli dari akademi Barcelona bulan September 2003. Sejak kemunculannya, ia digadang-gadang akan menjadi gelandang top dunia. Ya, sejak kemunculannya, Fabregas memang sudah menunjukkan talenta yang luar biasa. Arsene Wenger memang melihat kemampuannya secara jeli.

Ternyata, prediksi ini terbukti benar karena bulan Oktober 2003, ia juga mencatat rekor sebagai pemain taruhan judi bola Arsenal paling muda yang tampil pada laga kompetitif yakni saat Arsenal melawan Rotherham United di ajang Piala Liga. Saat itu, usianya masih 16 tahun 177 hari. Hebatnya, rekor tersebut juga masih bertahan hingga saat ini. Artinya, belum ada pemain Arsenal selain dirinya yang memecahkan rekor tersebut.

Setelah itu, hanya selang 1 bulan, di saat usianya 16 tahun 212 hari, tepatnya pada tanggal 2 Desember 2003 silam. Saat itu, Fabregas saat itu tercatat sebagai pencetak gol termuda di sepanjang sejarah berdirinya The Gunners. Saat itu, Arsenal bertarung melawan Wolverhamton Wanderers pada Piala Liga dengan skor akhir 5 – 1 untuk Arsenal. Saat itu, usia Fabregas baru 16 tahun 212 hari. Menariknya lagi, rekor ini belum terpecahkan hingga detik ini. Inilah yang patut diingat ketika Fabregas masih bersegaram merah putih, The Gunners.

Fabregas Kini ‘Pengangguran’

Semenjak kemunculannya bersama Arsenal, The Gunners semakin terlihat sangat kuat dan solid. Di musim 2003/04 silam, The Gunners berhasil memenangkan Liga Primer Inggris. Orang-orang sering menyebut skuat Asenal musim 2003/04 dengan istilah The Invisibles. Tentunya, diantara skuat tersebut ada nama Fabregas di dalamnya. Hanya saja, saat itu ia tidak mendapatkan medali karena memang tidak tampil di Liga Primer Inggris. Tapi, ia mengikuti liga lainnya  bersama Arsenal.

Ia terus tumbuh menjadi pemain yang berbakat dan membela Arsenal hingga tahun 2011, ia diambil kembali oleh Barca dengan uang tebusan £30 juta. Sayangnya, ia kurang bersinar bersama El Barca hingga kemudian ia kembali ke Liga Inggris, namun bukan bersama The Gunners, melainkan bersama poker online The Blues, Chelsea yang merupakan rival sekotanya hingga hari ini.

Chelsea sendiri saat ini, di musim 2016/17 menjadi klub paling kuat di Liga Primer Inggris. Pasalnya, bukan hanya berada di puncak klasemen namun berhasil mempermalukan lawan-lawannya termasuk Manchester United yang ditelanjangi hingga 4 – 0 tanpa balas. Akan tetapi, Fabregas bisa dibilang justru tidak menjadi bagian penting dari apa yang diraih Chelsea saat ini. Pasalnya, Fabregas justru lebih sering berada di bangku cadangan.

Antonio Conte memang memiliki strategi tertentu dalam memainkan Chelsea dan seluruh para punggawanya. Akan tetapi, Fabregas sendiri hanya sesekali saja turun untuk membela Chelsea. Bahkan, statusnya bisa dikatakan ‘pengangguran’. Namun, hal ini tentu bukan karena kemampuan Fabregas yang kurang mumpuni. Bisa jadi, sejarah kehebatan Fabregas akan kembali terulang apakah untuk Chelsea atau klub lainnya kelak.